Health Researcher

Health Researcher
I love research
Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Penelitian. Show all posts

Friday, December 5, 2014

Tahapan memulai penelitian

Tahap 1 : Memilih Topik Area
Pertama-tama adalah memilih area topik yang akan anda pilih. Hal ini untuk memastikan bahwa riset yang akan anda lakukan tidak keluar dari jalur study anda. Jika kuliah pada jurusan manajemen, maka area topiknya bisa sangat luas, mulai dari studi perilaku organisasi, SDM, manajemen strategik, etc. Untuk jurusan keuangan, bisa memilih pasar modal, manajemen keuangan perusahaan, etc. Setelah anda memahami dengan jelas area topik yang anda pilih, maka selanjutnya adalah memilih topik spesifik yang akan diteliti.
Tahap 2 : Memilih Topik Spesifik dan Permasalahan yang Anda ingin Teliti
Tahap kedua ini adalah tahap paling penting dalam proses penyusunan proposal. Berdiskusi dengan promotor / pembimbing dapat membantu anda untuk memperoleh gambaran singkat mengenai topic yang akan anda ambil. Dalam konteks organisasi, seorang calon peneliti dapat langsung mendiskusikan permasalahan yang terjadi dengan pihak-pihak terkait seperti manager pemasaran (untuk mendiskusikan permasalahan seputar pemasaran), manager SDM (untuk menemukan permasalahan seputar SDM), dan lain sebagainya.
Tahap 3 : Melakukan Kajian Litelature dan Observasi
Setelah anda memilih area topik yang akan diteliti, misalnya mengenai pemasaran dengan topik perilaku konsumen, maka tahap ini adalah melakukan kajian litelature dari buku maupun jurnal untuk memperoleh gambaran mengenai apa saja tema-tema penelitian yang sedang “hot” akhir-akhir ini. Kajian litelatur juga bermanfaat bagi anda untuk memperoleh gambaran mengenai riset2 sebelumnya, kelemahan, gap (yang selanjutnya dapat dijadikan salah satu alasan bagi pemilihan topik karja ilmiah anda).
Observasi langsung ke lapangan dapat pula dilakukan dalam membantu anda untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. Misalnya, anda tertarik meneliti mengenai rendahnya penjualan merk sebuah ponsel. Anda bisa mulai mencari-cari faktor apa yang menjadi preferensi calon pembeli, mencari informasi langsung ke penjual, dan lainnya.
Hasil observasi anda ini, padukan dengan kajian litelatur. Sehingga anda memperoleh dua alasan yang sangat kuat untuk mempertahankan proposal anda dari sisi kajian litelatur (misalnya masih adanya gap penelitian sebelumnya), dan melalui observasi yang dapat memberikan anda informasi terkini dan relevan dengan teori yang anda ingin uji berdasarkan kajian litelatur.
Contoh :
Melalui kajian penelitian sebelumnya, anda menemukan bahwa masih terdapat banyak perbedaan hasil mengenai intensi membeli ponsel (saya contohkan penelitian Si A, B, dan C). Si A menyimpulkan bahwa pembeli lebih mengutamakan harga, si B menyimpulkan Merk merupakan faktor paling kuat yang mempengaruhi niat membeli, dan si C ternyata menyimpulkan bahwa fasilitas yang diberikan ponsel yang menjadi faktor utama intensi membeli konsumen.
Melalui observasi, anda memperoleh info dari penjual langsung mengenai apa yang biasanya paling dicari pembeli, anda juga dapat mewawancari beberapa pembeli di toko ponsel jika mau.
Tahap 4 : Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
Identifikasi masalah membantu anda untuk menyusun pertanyaan yang ingin anda jawab dalam riset. Pembatasan juga dapat dilakukan pada tahap ini (misalnya studi anda hanya pada merek ponsel A). Sedangkan rumusan masalah memuat pernyataan maupun pertanyaan yang ingin anda peroleh jawabannya melalui riset ini.
Contoh :
Melalui kajian riset sebelumnya dan observasi, anda merumuskan permasalahan yang ingin dikaji antara lain :
  1. Faktor-faktor apa yang menjadi alasan orang membeli ponsel ?
  2. Apakah ada perbedaan perilaku pembelian konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan penghasilan ?
  3. dan lainya….
Tahap 5 : Menyusun Proposa

Wednesday, December 3, 2014

PENELITIAN KESEHATAN

Pengertian Penelitian Kesehatan
Penelitian kesehatan merupakan langkah metode ilmiah yang berorientasikan atau memfokuskan kegiatannya pada masalah-masalah yang timbul di bidang kesehatan. Kesehatan itu sendiri terdiri dari dua sub bidang pokok, yakni pertama kesehatan individu yang berorientasikan klinis, pengobatan. Sub bidang kedua yang berorientasi pada kelompok atau masyarakat, yang bersifat pencegahan. Selanjutnya sub bidang kesehatan inipun terdiri dari berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, keperawatan, epidemiologi, pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan, manajemen pelayanan kesehatan, gizi dsb. Sub bidang tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat pada umumnya. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian kesehatan dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memahami permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam bidang kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitative serta masalah yang berkaitan dengan unsure tersebut; dengan mencari bukti dan dilakukan melalui langkah-langkah tertentu yang bersifat ilmiah, sistematis dan logis (Notoatmodjo, 1993).
Tujuan Penelitian Kesehatan
Secara umum tujuan penelitian kesehatan menurut Notoatmodjo (1993), yaitu :
1. Menemukan atau menguji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan bidang kesehatan.
2. Melakukan analisis terhadap hubungan antara fakta-fakta yang ditemukan dalam bidang kesehatan.
3. Menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori yang telah ada.
4. Mengembangkan metode atau konsep baru dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Manfaat Penelitian Kesehatan
Secara singkat, manfaat dari penelitian kesehatan yaitu :
1. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan individu, kelompok atau masyarakat.
2. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumber daya dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan.
3. Hasil penelitian dapat dijadikan bahan kajian untuk mencari sebab masalah kesehatan atau kegagalan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan. Sehingga dapat dijadikan acuan untuk mencari solusi atau alternatif penyelesaian masalah.
4. Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijakan pengembangan pelayanan kesehatan.
Jenis Penelitian Kesehatan
Pengelompokan jenis penelitian kesehatan bermacam-macam. Hal ini tergantung dari metode yang dipakai. Berdasarkan metode, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. Metode penelitian survey
Dalamm penelitian survey, hasil dari penelitian tersebut merupakan hasil dari keseluruhan walalupun tidak dilakukan ke seluruh populasi namun hanya diambil sampel. Hasil dari sampel tersebut dapat digeneralisasikan sebagai hasil populasi. Metode ini digolongkan menjadi 2 bagian yaitu deskriftif dan analitik.
a. Survey deskriftif
Dalam survey deskriftif, penelitian diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan di dalam satu komunitas. Seperti distribusi penyakit, distribusi jenis kelamin atau karakteristik lainnya.
b. Survey analitik
Pada survey analitik, penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Analitik pada dasarnya digunakan untuk menjawab pertanyaan mengapa (why?). survey analitik terbagi 3, yaitu :
1) Cross sectional
Dalam penelitian cross sectional, pengumpulan data baik variable dependent maupun independent dan factor-faktor yang mempengaruhinya dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.
2) Retrospective study
Penelitian ini bertujuan melihat fenomena pada masa lalu. Pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi dan dilihat apakah ada keterkaitan dengan masa lalu. Contoh apabila mencari hubungan antara merokok dengan kanker paru. Maka dimulai dengan mencari data kasus penderita kanker paru kemudian ditanyakan riwayat merokok di masa lampau.
3) Prospective study
Penelitian ini bertujuan melihat fenomena ke depan. Dimulai dengan melihat variable penyebab dan dilihat dampaknya di masa datang. Misalnya untuk melihat hubungan antara alcohol dengan kejadian chirosis hati, dimulai dengan mengumpulkan data pengguna alcohol lalu diteruskan dengan obeservasi ke depan apakah yang menggunakan alcohol positif menderita chirosis hati atau tidak.
2. Metode penelitian eksperimen
Penelitian eksperimen, peneliti melakukan perlakuan pada responden dan mengukur akibat atau pengaruhnya. Perlakukan dapat berupa sengaja atau terkontrol. Misalnya penelitian tentang dampak terapi music terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan dilakukan operasi.
Namun apabila dilihat dari segi kegunaanya, maka penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi :
1. Penelitian dasar (basic of fundamental research)
Penelitian ini dilakukan untuk memahami gejala yang muncul pada suatu masalah. Kemudian gejala tersebut dianalisa dan kesimpulannya menjadi teori atau pengetahuan yang baru.
2. Penelitian terapan
Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi system atau program yang sudah ada. Penelitian dilakukan dengan menerapkan suatu system atau metode baru namun masih uji coba.
3. Penelitian tindakan
Penelitian ini dilakukan untuk mencari suatu dasar pengetahuan praktis guna memperbaiki situasi di suatu komunitas. Penelitian biasanya dilakukan dimana penyelesaian masalah perlu dilakukan. Misalnya penelitian tindakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat transmigrasi.
4. Penelitian evaluasi
Penelitian dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap pelaksanan suatu program dalam rangka mencari umpan balik. Misalnya meneliti tingkat kepuasan pasien di rumah sakit setelah menerapakn konsep keperawatan primer.
Riset Keperawatan
Penelitian keperawatan merupakan bagian integral dari penelitian bidang kesehatan yang lebih memfokuskan pada bidang keperawatan. Penelitian tersebut dapat dilakukan pada pasien, sumber daya bidang keperawatan atau pendidikan keperawatan. Penelitian keperawatan harus mempunyai batasan yang jelas tetapi tidak menutup kemungkinan akan berkembang di luar wilayah yang telah dibatasi. Adapun ruang lingkup penelitian keperawatan meliputi :
1. Keperawatan dasar
Lingkup penelitian ini adalah segala bentuk penelitian yang berfokus pada ilmu keperaeatan dasar, seperti masalah pendidikan kesehatan/keperawatan, pemenuhan kebutuhan dasar manusia, komunikasi dalam keperawatan, manajemen pelayanan keperawatan, dokumentasi keperawatan atau penerapan teori keperawatan. Contoh :
a. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan luka DM.
b. Studi tentang pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien dengan PPOK.
c. Pengaruh “Touching” dalam komunikasi perawat terhadap kecemasan pasien pre operasi.
d. Model praktik keperawatan yang harus diterapkan di Puskesmas A.
e. Pendokumentasin pemberian obat oleh perawat di ruang rawat inap RS “B”
2. Keperawatan klinik
Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang berbagai masalah yang terjadi dalam aplikasi klinik baik medical bedah, anak, maternitas, gawat darurat atau jiwa. Contoh :
a. Pengaruh massasse terhadap nyeri persalinan.
b. Penerapan konsep bermain di ruang rawat inap anak di RS “B”
c. Pelaksanaan perawatan luka DM di ruang rawat inap RS “C”
d. Tingkat kecemasan pada klien dengan tuberkulosa paru yang dirawat di RS “C”
e. Penanganan fraktur terbuka di unit gawat darurat RS “C”
3. Keperawatan komunitas
Ruang lingkup penelitian bidang ini yaitu masalah yang terjadi di masyarakat baik kelompok khusus ataupun keluarga. Dapat berupa masalah yang berkaitan dengan aspek keperawatan atau factor yang berkaitan dengan masalah kesehatan di masyarakat. Contoh :
a. Tingkat ketergantungan lansia penderita rheumatoid arthritis di kecamatan “D”
b. Peran keluarga dalam pemberian pada penderita Tb di kecamatan “D”
c. Pelaksanaan PHBS di tempat umum di kecamatan “D”
d. Mekanisme koping keluarga dengan anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan

Tuesday, December 2, 2014

Penduplikasian, Pereplikasian

Penjiplakan adalah suatu usaha yang mengakui karya orang lain sebagai seolah-olah adalah karya anda sendiri tanpa memberi kredit yang semestinya kepada pencipta atau penemunya. Misalnya, jika anda menggunakan simpulan hasil penelitian orang lain di dalam penelitian anda tapi anda tidak menunjukkan di dalam laporan bahwa pernyataan itu berasal dari hasil penelitian orang lain, maka yang anda lakukan ada penjiplakan. Contoh lain adalah jika anda membuat hipotesis hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen dan bersikap seolah-olah hubungan itu anda yang temukan atau rumuskan sendiri, sementara sebenarnya ada orang lain yang telah menemukan atau merumuskannya sebelumnya.

Jika yang anda kutip atau acu adalah fakta ilmiah, anda harus menjelaskan dari mana anda memperolehnya. Namun, ada fakta-fakta tertentu yang tidak perlu dijadikan sebagai kutipan lagi. Misalnya pernyataan di atas. Fakta yang sudah mapan (hold) dan diketahui umum (setidaknya di dalam komunitas yang sama dengan peneliti) tidak perlu dikutip lagi. Yang perlu diberikan kutipan hanya fakta-fakta spesifik yang untuk menjadi sebuah pernyataan harus melalui suatu proses penelitian dulu. Misalnya, bahwa investor bereaksi terhadap informasi aliran kas perusahaan. Jika tidak perlu melalui pembuktian ilmiah- walaupun pernyataan tersebut “berbau” ilmiah-, misalnya bahwa besaran laba ditentukan oleh besaran penjualan, anda tidak perlu memberi kutipan sehingga anda tidak perlu bersusah payah untuk mencaritahu siapa yang merumuskannya.

Bila seseorang telah menemukan sesuatu?. Jika itu fakta ilmiah, seharusnya anda mencaritahu siapa yang menemukan atau merumuskannya karena fakta ilmiah perlu pembuktian dan untuk itu seseorang atau sekelompok orang telah membuktikannya. Untuk bisa tahu siapa menemukan apa, anda harus menelaah artikel-artikel yang membahas topik yang berhubungan dengan hal tersebut. Anda boleh saja tidak menemukan siapa penemu awal, tapi setidaknya seseorang pernah mengutipnya di dalam penelitiannya sebelum anda. Jadi kalau suatu fakta ilmiah tidak anda ketahui siapa yang menemukannya atau merumuskannya sebaiknya anda tidak mengutipnya karena tanggung-jawab atas fakta tersebut akan beralih kepada anda jika anda tidak mencantumkan siapa nama orang yang pertama kali menemukan atau merumuskannya.

Pereplikasian adalah sebuah penelitian yang meminjam sebagian besar struktur atau langkah-langkah sebuah penelitian lain. Dalam bentuk yang minor, pereplikasian bisa dilakukan dengan merubah populasi penelitian. Misalnya, anda mereplikasi sebuah penelitian yang dilakukan di negara Inggris ke Indonesia. Di sini anda bisa saja tidak mengubah apapun dari penelitian asing tersebut. Dari sisi bentuk, pereplikasian adalah peminjaman semua struktur penelitian terdahulu tapi dengan menambahkan sebuah variabel yang sebelumnya tidak ada di dalam penelitian itu. Atau, menggunakan model yang berbeda atau instrumen yang berbeda dengan model atau instrumen yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Tapi, apapun bentuknya, ada dua hal yang harus diingat agar tidak terjebak ke dalam penduplikasian atau plagiasi. Pertama, anda harus secara jujur mengatakan bahwa penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian lain. Kedua, alasan logis mengapa misalnya anda mereplikasi penelitian itu di Indonesia. Misalnya, apakah karakteristik populasi di Indonesia memang begitu berbeda dengan karakteristik populasi di Inggris sehingga simpulan kedua penelitian akan berbeda. Atau, apakah model yang digunakan oleh peneliti sebelumnya tidak bisa mendukung teori yang mendasari penelitiannya dan anda menduga model yang lain akan lebih baik. Ketiga, anda harus mengutip dengan benar. Ada beberapa model pengutipan yang benar yang bisa anda pilih. Salah satunya yang tersedia di internet ada di alamat: http://www.nutsandboltsguide.com/quoting.html.

Cara memperoleh ide penelitian

Bagaimana caranya untuk memulai sebuah penelitian?


Sebuah penelitian didefinisikan oleh sebagian ahli ibarat membangun sebuah bangunan rumah. Misalkan saat ini rumah yang hendak dibangun itu telah terbangun pondasi dan semua tiang-tiangnya dan tembok dindingnya sedang dipasang. Sebuah penelitian bisa diibaratkan dengan sebuah batu bata yang sedang dipasang oleh seorang tukang batu. Sepotong batu bata akan diletakkan di atas batu bata yang telah dipasang sebelumnya. Batu bata yang kedua akan diletakkan di atas batu bata yang pertama; batu bata yang ketiga akan diletakkan di atas batu bata yang kedua, bukan di bawah batu bata yang kedua. Atau, batu bata yang kedua menjadi landasan bagi batu bata yang ketiga. Artinya, untuk bisa melakukan sebuah penelitian pertama anda harus tahu persis di mana orang yang terakhir telah meletakkan “batu batanya” atau anda harus tahu sampai di mana penelitian sebelumnya telah dilakukan. Setelah itu baru anda bisa melakukan penelitian dan hasilnya diletakkan di atas “batu bata” yang ada sebelumnya.



Apa itu Research, Riset atau Penelitian?

Kata penelitian dalam Bahasa Inggris adalah Research. Dari kata ini kita
membuat istilah Riset dalam Bahasa Indonesia. Kata research sering digunakan
untuk mewakili serangkaian kegiatan atau untuk mengartikan sesuatu yang
kurang tepat sehingga perlu diluruskan terlebih dahulu.
Untuk memahami apa itu riset atau penelitian, kita perlu tahu apa yang bukan
dikatagorikan riset dan apa karakteristik riset.
Apa yang Bukan Riset
 Perlu diketahui bahwa research atau penelitian atau riset:
1. Bukan hanya mengumpulkan informasi tentang sesuatu atau beberapa hal.
Ini namanya pencarian informasi (information discovery)
2. Bukan memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan
menghilangkan inti dari riset yaitu: intepretasi data. Misalnya seorang
mahasiswa membuat tulisan tentang Teknologi Pendeteksi Gempa Bumi yang
membutuhkan sumber informasi dari berbagai macam sumber dan format.
Namun demikian karena sifatnya mengkoleksi data, informasi dari berbagai
sumber dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah tulisan tanpa intepretasi
data, maka kegiatan yang menghasilkan tulisan ini bukanlah riset.
3. Bukan mencari informasi tertentu secara acak. Misalnya kita ingin membeli
rumah, kemudian kita mencari informasi-informasi tentang rumah-rumah
yang setipe, harga yang mendekati, lokasi yang bervariasi dan model-model
yang ditawarkan melalui brosur-brosur perumahan untuk menentukan rumah
yang seperti apa yang kita inginkan, sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan
4. Bukan sekedar istilah untuk menarik perhatian. Beberapa iklan produk
menggunakan kata “riset” untuk menarik perhatian konsumen dan
meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bermutu.
Karakteristik Riset
Jika riset bukanlah 4 hal di atas maka apakah riset itu?
Riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita.

Sekalipun kegiatan ini dapat saja terjadi untuk hal sehari-hari, tapi kita fokuskan pada FORMAL RESEARCH yaitu riset yang ditujukan untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena dan untuk dikomunikasikan kepada komunitas (dipublikasikan). 

Menurut Paul Leedy dalam Practical Research, ada 8 karakteristik riset:
1. Riset berasal dari satu pertanyaan atau masalah: dengan menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya proses penelitian. Sumber pertanyaan dapat berasal dari sekitar kita.

2. Riset membutuhkan tujuan yang jelas : pernyataan tujuan ini menjawab pertanyaan : “ Masalah apa yang akan diselesaikan/dipecahkan?” tujuan adalah pernyataan permasalahan yang akan dipecahkan dalam riset.

3. Riset membutuhkan rencana spesifik: untuk melakukan penelitian rencana kegiatan disusun. Selain menetapkan tujuan dari riset, kita harus menetapkan juga bagaimana mencapai tujuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diputuskan misalnya: dimana mendapatkan data? Bagaimana mengumpulkan data tersebut? Apakah data yang ada berelasi dengan permasalahan yang ditetapkan dalam riset?

4. Riset biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa sub masalah: untuk mempermudah menjawab permasalahan, biasanya masalahnyang prinsip dibagi menjadi beberapa sub masalah.
Masalah : Kompresi data dengan algoritma substitution
Sub-masalah:
- bagaimana melakukan kompresi data pada file teks hingga hasil kompresi 30% dari file asli?
- bagaimana melakukan dekompresi pada file teks tanpa mengubah isi?

5. Riset dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis riset yang spesifik: Hipotesis adalah asumsi atau dugaan yang logis yang memberikan jawaban sementara tentang permasalahan riset berdasarkan penyelidikan awal. Hipotesis mengarahkan kita ke sumber-sumber informasi yang membantu kita untuk menyelesaikan dan menjawab permasalahan riset yang sudah ditetapkan. Hipotesis bisa lebih dari satu. Hipotesis mempunyai kemungkinan didukung atau tidak didukung oleh data. Jika suatu hipotesis tidak didukung oleh data, maka hipotesis itu

6. Riset mengakui asumsi-asumi: Dalam riset, asumsi merupakan hal penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan riset jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan riset.

7. Riset membutuhkan data dan intepretasi data untuk menyelesaikan masalah yang mendasari adanya riset: Pentingnya data bergantung pada bagaimana peneliti memberi arti dan menarik inti sari dari data-data yang tersedia. Di dalam riset data yang tidak diintepretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun

8. Riset bersifat siklus: siklus dari riset  
Untuk memulai suatu penelitian, permasalahan yang akan dipecahkan perlu ditemukan lebih dahulu. Beberapa hal yang membantu penemuan tersebut adalah: membaca artikel jurnal-jurnal ilmiah pada bidang yang diminati.Dengan membaca beberapa artikel jurnal yang memuat permasalahan dan pemecahannya diharapkan ada stimulasi dari pembacaan tersebut untuk menimbulkan ide-ide lain yang layak untuk diteliti.

Permasalahan sebagai Inti Riset
Pada dasarnya riset dapat dikatagorikan menjadi dua jenis:
1. basic research/penelitian dasar mengembangkan suatu teori atau konsep dalam bidang tertentu
2. applied research/penelitian terapan berkaitan dengan suatu penerapan teori untuk mendapatkan
perbandingan, hasil kinerja atau menghasilkan suatu produk yang membantu manusia. dalam kedua jenis riset tersebut, adalah penting untuk menentukan permasalahan yang akan dibahas dan diselesaikan. Permasalahan tersebut biasanya berupa pertanyaaan yang jawabannya memberikan hal baru yang
berbeda dan permasalahan tersebut mengembangkan pengetahuan tentang sesuatu misalnya cara berpikir yang baru tentang sesuatu, kemungkin baru dalam penerapan atau membuka jalan bagi penelitian selanjutnya.

 Permasalahan untuk riset haruslah mengandung interpretasi data yang merupakan hasil pemikiran si peneliti dalam mencari jawaban dari permasalahan dalam penelitiannya. Untuk memastikan bahwa permasalahan tersebut mengandung interpretasi data pastikan hindari situasi di bawah ini:

1. pengumpulan informasi untuk memperdalam pemahaman kita terhadap sesuatu. Misalnya suatu riset untuk mengetahui lebih dalam tentang cara kerja router.
2. perbandingan antara dua kumpulan data. Misalnya membandingkan jumlah mahasiswa baru di beberapa PTS di Yogya pasca gempa.
3. memanfaatkan komputer sebagai kalkulator besar tanpa disertai analisis atau interpretasi data. Misalnya menggunakan komputer untuk menghitung sekumpulan data dengan rumus ABC.
4. permasalahan yang langsung dapat dijawab dengan “YA” atau “TIDAK”.
Misalnya: Apakah koneksi jaringan dengan kabel fiber optic lebih cepat dari pada kabel UTP?
Permasalahan yang tidak memenuhi syarat hanya akan menghasilkan penelitian yang tidak memenuhi standar penelitian. Jika demikian maka penelitian tersebut adalah pekerjaan yang sia-sia.

Tipe Karya Ilmiah
Berikut ini beberapa tipe karya ilmiah :
• ANALISIS melihat apa yang dibalik permukaan materi: melihat hubungan antar bagian dan keseluruhan, mengenali hubungan antara sebab-akibat, mencari hal-hal penting, mempertanyakan suatu validitas. Kata tanya yang digunakan BAGAIMANA, atau APA.Kalimat tanya yang dibentuk bukanlah kalimat tanya yang tertutup atau hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Kalimat tanya yang dibentuk membutuhkan penjabaran dalam menjawabnya. Penjabaran itulah yang kemudian menjadi karya ilmiah yang disusun dalam bab-bab yang berurutan dan saling berhubungan.
Contoh rumusan masalah :
- Bagaimana Metadata Dublin Core yang memiliki 15 elemen mampu mengklasifikasikan informasi berbentuk image, audio dan video?
- Bagaimana data ciri khas masing-masing informasi tersebut dapat diadaptasi oleh Metadata Dublin Core?
- Apa faktor-faktor dalam metode Winter yang menyebabkan perubahan nilai produksi barang tertentu?
- Bagaimana menghasilkan trend prestasi akademik dari setiap angkatan mahasiswa berdasarkan hasil test masuk?

• PERBANDINGAN berarti mencari perbedaan dan persamaan. Aspek yang dibandingkan disiapkan dan digunakan untuk menyusun penulisan.
Contoh :
- Bandingkan performa akses ke digital library dengan repository terpusat di satu server dengan kapasitas besar, dengan akses ke digital library dengan repository terdistribusi dengan kapasitas sedang. Perbandingan yang dapat dilihat dari kecepatan akses, macam standar yang diperlukan, prosedur
update data, prosedur pemeliharaan, keamanan data dll.
- Bandingkan alternatif pendukung keputusan tentang banyak barang yang diproduksi berdasarkan metode X dan metode Y dengan parameter jenis barang, dan jumlah barang.
- Bandingkan ketepatan dokumen hasil pencarian dengan metode X dan Y berdasarkan faktor-faktor: jumlah istilah, bobot istilah dan kecepatan proses.
• ARGUMENTASI (setuju atau tidak setuju) meminta kita berada di satu sisi berdasarkan analisis dari bukti-bukti yang kuat dan alasan yang jelas dan dapat diterima.
Pada dasarnya hanya ada dua tipe dari 3 tipe yang dijelaskan di atas yaitu tipe analisis dan argumentasi. Tipe perbandingan termasuk dalam tipe analisis karena melakukan analisis terhadap 2 hal yang dibandingkan.
Sumber :
Leedy, Paul.D., Jeanne.E. Ormrod. Practical Research: Planning and Design a
Research Edisi 8 [2005]. Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall. 

Menyusun Proposal Penelitian

Dalam menyusun proposal penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Sistematis, penyusunan proposal ini dimulai dari pola yang paling sederhana hingga pola yang paling kompleks sehingga tercapai tujuan yang konsisten
2. Berencana , penyusunan penelitian ini merupakan hal yang disengaja dilakukan dan tentunya sudah dipikirkan langkah-langkah perencanaannya
3. Mengikuti konsep ilmiah, dimana dari awal melakukan kegiatan hingga akhir kegiatan, penelitian harus mengikuti cara-cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan yaitu prinsip-prinsip mencari kebenaran ilmiah
(Mardalis:2009:31)

Tuesday, August 5, 2014

Pendekatan, Jenis dan Metode Penelitian Pendidikan

Metode penelitian berhubungan erat dengan prosedur,  teknik,  alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan pendekatan  penelitian yang dipilih. Prosedur, teknik, serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang ditetapkan. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya tiga pertanyaan pokok (Nazir, 1985) yaitu:
  1. Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu penelitian?
  2. Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan dalam menganalisis data?
  3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?
Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengendalikan kegiatan atau tahap-tahap kegiatan serta mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian. Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis.  Dalam  prakteknya terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan penelitian.
Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah metode penelitian yaitu sebagai berikutPenelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif.
  1. Penelitian  Deskriptif yang yang bertujuan untuk  membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu.
  2. Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
  3. Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungansuatu obyek
  4. Penelitian  Korelasional yang bertujuan untuk  mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi
  5. Penelitian  Eksperimental suguhan yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali
  6. Penelitian  Eksperimental semu yang bertujuan untuk  mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian.
  7. Penelitian  Kausal-komparatif yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen tetapi  dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding.
  8. Penelitian  Tindakan yang bertujuan untuk  mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya.
McMillan dan Schumacher (2001) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.

Jenis-Jenis Metode Penelitian

Jenis-Jenis Metode Penelitian

Jenis-jenis penelitian lain dapat dibedakan atas dasar beberapa sumber referensi berikut ini.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Menurut Ahli

Pendekatan Penelitian, Jenis Penelitian dan Metode Penelitian Pendidikan

Banyaknya jenis metode penelitian sebagaimana dikemukakan di atas, dilandasi oleh adanya perbedaan pandangan dalam menetapkan masing-masing metode. Uraian selanjutnya tidak akan  mengungkap semua jenis metode yang dikemukakan di atas tetapi membahas secara singkat beberapa metode penelitian sederhana yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan.

A. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.

B. Studi Kasus

Penelitian Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun waktu cukup lama. Mendalam, artinya mengungkap semua variable yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.
Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya, dan kaitan variabel-variabel yang berkenaan dengan kasusnya. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Teknik memperoleh data sangat komprehensif seperti observasi perilakunya, wawancara, analisis dokumenter, tes, dan lain-lain bergantung kepada kasus yang dipelajari.
Setiap data dicatat secara cermat, kemudian dikaji, dihubungkan satu sama lain, kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulankesimpulan penyebab terjadinya kasus atau persoalan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif. Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah, bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.
Namun kelemahanya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif, artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji hipotesis, namun sebaliknya hasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut. Banyak teori, konsep dan prinsip dapat dihasilkan dan temuan studi kasus.

C. Penelitian Survei

Penelitian survei cukup banyak digunakan untuk pemecahan masalah-masalah pendidikan termasuk kepentingan perumusan kebijaksanaan pendidikan. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi). Survei dengan cakupan seluruh populasi (obyek) disebut sensus. Sedangkan survei yang mempelajari sebagian populasi dinamakan sampel survei. Untuk kepentingan pendidikan, survei biasanya mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di suatu sekolah? Berapa jumlah siswa rata-rata dalam satu kelas? Berapa banyak guru yang telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan? Pertanyaan-pertanyaan kuantitatif seperti itu diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pemecahan masalah pendidikan di sekolah. Pada tahap selanjutnya dapat pula dilakukan perbadingan atau analsis hubungan antara variabel tersebut.

D. Studi Korelasional

Seperti halnya survei, metode deskriptif lain yang sering digunakan dalam pendidikan adalah studi korelasi. Studi ini mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variable berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Derajat hubungan variable-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar-kecilnya hubungan antara kedua variabel.
Studi korelasi bertujuan menguji hipotesis, dilakukan dengan cara mengukur sejumlah variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-variabel tersebut, agar dapat ditentukan variabel-variabel mana yang berkorelasi. Misalnya peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya berhubungan dengan kompetensi profesional kepala sekolah.
Semua variabel yang ada kaitannya (misal latar belakang pendidikan, supervisi akademik, dll) diukur, lalu dihitung koefisien korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang paling kuat hubungannya dengan kemampuan manajerial kepala sekolah.

E. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.

F. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek; (2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya; (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.

G. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. Yang dimaksud dengan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan,